Postingan

Belajarlah Berubah Layaknya Elang

Gambar
Perubahan adalah sebuah keniscayaan. Setiap makhluk hidup akan dihadapkan pada pilihan-pilihan dalam tuntutannya untuk berubah. Tentu, perubahan yang diharapkan adalah perubahan ke arah kebaikan. Bicara tentang perubahan, alangkah baiknya kita belajar dari seekor elang. Elang merupakan hewan berjenis unggas yang memiliki rentang umur panjang sampai sekitar 70 tahun. Namun, untuk sampai pada usia 70 tahun itu, Elang harus melalui suatu fase perubahan yang tidak mudah. Pada usia sekitar 40 tahun, Elang harus menghadapi kondisi biologis pada tubuhnya. Paruhnya akan bertambah panjang dan membengkok bahkan sampai melukai bagian dadanya. Cakarnya pun juga begitu, sehingga membuat cengkramannya pun tidak sekuat dahulu. Bulu-bulu pada sayapnya bertambah lebat dan tebal, sehingga membuat elang bertambah berat. Pada kondisi tersebut, Elang dihadapkan pada dua pilihan. Pertama menunggu waktu ajal menjemputnya. Atau kedua harus melalui suatu fase perubahan selama 150 hari yang sangat berat...

Bermimpi Besar

Gambar
Setiap manusia pasti memiliki impian. Mulai dari impian yang tampak kecil, sampai impian yang tampak besar. Ukurannya pun bergantung pada preferensi masing-masing individu, serta upaya-upaya seperti apa yang perlu dilalui untuk mencapai impian kita. Secara singkat, impian adalah segala sesuatu yang kita inginkan, entah bentuknya berupa kepemilikan atau tindakan. Dan realitasnya adalah kebanyakan manusia menginginkan sesuatu, namun tak ingin berupaya lebih, lebih, dan lebih. Ya berupaya secukupnya atau sekadarnya saja. Saya berani katakan bahwa hanya mereka yang merdeka atas dirinyalah yang berani bermimpi besar dan mewujudkannya. Ketika kita tidak berani bermimpi besar, apalagi mewujudkannya, maka sesungguhnya kita belum merdeka dengan diri kita, kita masih belum selesai dengan diri kita. Pertanyaan selanjutnya adalah lalu mimpi besar seperti apa yang dimaksud. Mereka yang memiliki mimpi besar adalah mereka yang tidak hanya berpikir dan berencana tentang dirinya sendiri, namun ...

Jangan Remehkan Kata-kata

Gambar
Dewasa ini, kita tengah terjebak dalam penempatan istilah yang tidak semestinya. Ya istilah “jangan hanya bisa berwacana saja”. Secara kasat mata, pernyataan tersebut terlihat baik-baik saja dan terlihat menggambarkan realitas para generasi millennial. Generasi yang diasumsikan sebagai generasi cakap berkata-kata, namun gagap dalam bersikap dan bertindak. Bukan tanpa alasan, adanya asumsi-asumsi seperti itu, diakibatkan oleh relasinya dengan dunia maya serta kemudahan-kemudahan lainnya dalam menghasilkan ucapan namun minim tindakan. Dunia yang cakap dimiliki oleh generasi saat ini, dan tidak dimiliki oleh para generasi pendahulunya.     Realitas ini mudah kita temui, misalnya ketika kita menyepakati perihal kegiatan buka puasa bersama di grup-grup media sosial yang kita miliki, pasti ada salah satu orang yang secara sengaja menyebutan “ayo konkritkan” atau malah memberikan suatu pesimisme seperti “pasti wacana lagi” atau “halah pasti wacana saja”. Sekali lagi, tak ...

Senja di Negeri Matahari Terbit

Gambar
Akhirnya baru ada kesempatan untuk sekadar berbagi pengalaman saat Juli 2018, saya diberi kesempatan untuk mendatangi negeri matahari terbit, yap Negara Jepang. Salah satu negara yang menarik bagi para wisatawan dunia karena kebudayaan manusia dan perkembangan teknologinya. Jepang seolah-olah mengawinkan antara kebudayaan tradisionalnya dengan perkembangan teknolgi yg tetap up to date. Di awal ini, saya akan tekankan dahulu bahwa ini bukan sekadar jalan-jalan, hehe. Saya dan seorang teman saya mengikuti Konferensi Internasional tentang Pendidikan dan Teknologi Multimedia. Sekitar sebulan sebelumnya saya menerima email dari pihak panitia bahwa paper yang saya kirim berjudul “the role of Broadband Learning Center (BLC) in Elevating Career Woman Technological Capabilities (Study in Wonorejo, Surabaya)” berhasil lolos tahap review dan diminta untuk presentasi. Kami punya waktu sebulan untuk mempersiapkan segalanya, mulai dari mengurus visa, mempersiapkan bahan presentasi, latihan prese...

Tinjauan Singkat "Mencari Pahlawan Indonesia"

Gambar
Buku yang sangat membangun jiwa dan mengubah pola pikir para pembacanya. Terbagi dalam banyak bab menjadikan buku ini ringan dibaca, namun tetap syarat substansi. Penulis (Anis Matta) menyajikan ide-ide nya dengan kata-kata yang mudah dipahami dan tidak terlalu panjang. Hal ini akan membuat pembaca khususnya generasi millennial menjadi tidak mudah bosan dengan buku ini. Substansi yang kekinian juga mengajak para pembaca untuk tetap berpikiran positif dan menjadi sebaik-baik manusia dengan segala potensi yang telah Allah SWT berikan. Salah satu bab yang menurut saya menarik untuk diulas adalah bab 18 tentang “Kegagalan”. Banyak yang memandang kegagalan sebagai sesuatu yang harus kita hindari. Kegagalan banyak dipandang sebagai sesuatu yang negatif. Namun, jangan menyangka orang-orang sukses bukan mereka yang jarang atau tidak pernah gagal sama sekali. Kesuksesan adalah hasil dari pembelajaran atas kegagalan-kegagalan yang dialami. Jika ingin sukses, maka banyak-banyaklah belaj...

Amien Rais : Tokoh dibalik Reformasi '98

Gambar
Baru kali ini mencoba mereview biografi salah satu tokoh reformasi Nasional yang sampai saat ini pantas untuk dijadikan teladan. Beliau bernama Amien Rais, kelahiran Solo 26 April 1944. Dilahirkan dari latar belakang keluarga Muhammadiyah. Mulai dari kakeknya yang mulai masuk Islam dan menjadi aktivis Muhammadiyah sejak mendengarkan ceramah dari KH Ahmad Dahlan, kemudian ayahnya bernama Syuhud Rais seorang mubaligh dan ibunda bernama Ny. Sudalmiyah yang dulunya pernah memimpin Aisyiyah selama 20 tahun di Solo. Buku ini mencoba memberikan ulasan kiprah kepemimpinan Amien Rais sejak dari organisasi kepanduan Hizbul Wathan, kemudian menuju organisasi Muhammadiyah. Dari organisasi keagamaan, kemudian ijtihad politik pun dilakukan oleh beliau dengan mendirikan partai politik bernama PAN (Partai Amanat Nasional). Beliau dapat dikatakan sebagai satu-satunya orang yang beruntung untuk kemudian membuka kran demokrasi melalui reformasi. Kritik beraninya terhadap pemerintahan orde baru disa...

Melihat Kembali Gugatan Bung Karno (Tinjauan Singkat Buku Indonesia Mengguggat)

Gambar
Buku yang umum dibaca oleh para aktivis mahasiswa untuk memahami imperialisme seperti yang dipahami oleh salah pendiri Negara ini yaitu Ir. Soekarno. Membutuhkan waktu sekitar 1 minggu untuk membaca buku setebal 212 halaman ini. Konten dari buku merupakan teks pidato pembelaan Bung Karno di Pengadilan Bandung pada bulan Agustus 1930 yang akhirnya memutuskan menghukum Soekarno dan kawan-kawan dengan hukuman penjara (1 tahun 3 bulan – 4 tahun), dan kita renungkan maknanya. Bung Karno dalam pidato Indonesia menggugat ini banyak mengkritik sistem imperialism dan kapitalisme yang berlangsung di Indonesia saat itu. Bung Karno dituduh memaksudkan bangsa Belanda dan bangsa asing lain sebagai bentuk kapitalisme dan perlu untuk dilenyapkan. Kemudian, juga dituduh membahayakan pemerintah apabila Bung Karno menyerukan rubuhkan imperialism. Dan pada bagian ini, kita melihat sisi kecerdasan bung karno dalam pembelaannya. Bahwa kapitalisme dan imperialisme bukanlah suatu badan, bukan manus...