Postingan

HAKIKAT PERTEMUAN

Gambar
“ jika di setiap pertemuan, selalu ada perpisahan. Maka, pastikan di setiap pertemuan, selalu menghasilkan gagasan ” Kita hidup di dunia yang fana, segala ciptaan-Nya tak ada yang permanen. Segala ciptaan-Nya akan kembali ke Yang Maha Memiliki. Bahkan, nabi pun sebagai manusia yang paling dekat dengan Allah SWT juga pasti kembali. Namun, dibalik kefanaan ini lah sesungguhnya menjadi penentu bagi nasib manusia di akhirat nanti. Di waktu yang singkat ini, kita dituntut untuk membuat bekal sebanyak-banyaknya karena sehabis hidup ini, akan ada perjalanan panjang. Di waktu yang singkat ini, kita diwanti-wanti untuk tidak terpancing dengan kefanaan ini, karena hidup yang abadi akan datang setelah masa ini. Hidup di dunia ini adalah tidak lebih dari pertemuan kita dengan dunia yang fana. Sama halnya ketika bertemu dengan seseorang. Tak ada jaminan kita bakal bersama dengan seorang tersebut selamanya, pasti akan datang perpisahan. Di sekolah, kita memiliki teman yang kita mer...

Menggenggam Mastatho'tum

Gambar
Sumber Gambar : http://www.radiosilaturahim.com/tajuk/mastathotum/ Seorang santri mengeluh kepada pak kyai nya, kenapa dirinya selalu saja mengalami hambatan setiap kali memiliki hajat atau keinginan. Tanpa banyak menjelaskan, pak kyai nya pun mengajak seorang santri ini ke lapangan sepak bola, dan mengajaknya untuk bertanding mengelilingi lapangan sepak bola tersebut. Singkat cerita, pak kyai dan seorang santri tersebut pun mengelilingi lapangan sekuat tenaga, sampai si santri tersebut kelelahan dan menepi. Namun tidak dengan pak kyai yang terus berlari sekuat tenaga sampai akhirnya ia pingsan di pinggir lapangan. Melihat pak kyai nya pingsan, si santri tersebut pun menandu dan menunggu hingga pak kyai nya sadar. Setelah itu, pak kyai pun sadar dan langsung berkata “inilah mastatho’tum”. Mastatho’tum secara makna bahasa adalah semampunya atau sebisanya. Kata ini terdapat dalam QS At-Taghabun ayat 16 yang dikorelasikan dengan taqwa.   Mastatho’tum adalah sikap pant...

Sudah Tinggikah Anak Tangga Yang Kita Naiki ?

Gambar
Menjadi pribadi yang sukses adalah impian setiap orang. Banyak orang mengikuti seminar-seminar motivasi untuk membuat dirinya sukses. Siapa yang tidak ingin menjadi seperti Mohammad Yunus, pendiri Grameen Bank yang mampu mengangkat Bangladesh dari mental kemiskinan yang mengakar. Siapa yang juga tidak ingin menjadi Chairil Tanjung, seorang pengusaha sukses yang baru saja ini termasuk dalam 10 orang terkaya se-Indonesia. Namun, tak banyak yang mengetahui perjuangan mereka untuk bisa mencapai titik puncak kesuksesan. Proses untuk mencapai kesuksesan tersebut yang terkadang membuat kita mengerutkan dahi dan tersenyum melihat kisah perjuangan mereka melawan segala kondisi ketidakmungkinan. Terinspirasi dengan salah satu obrolan dengan salah pemilik usaha properti terbesar di Jawa Timur. Suatu saat ia bertanya kepada salah seorang CEO perusahaan besar, ”apa yang membuat perusahaan anda sangat sukses ?”. Ia pun menjawab,”Karena saya mengambil keputusan dengan tepat dan baik”. Ses...

Belajarlah Berubah Layaknya Elang

Gambar
Perubahan adalah sebuah keniscayaan. Setiap makhluk hidup akan dihadapkan pada pilihan-pilihan dalam tuntutannya untuk berubah. Tentu, perubahan yang diharapkan adalah perubahan ke arah kebaikan. Bicara tentang perubahan, alangkah baiknya kita belajar dari seekor elang. Elang merupakan hewan berjenis unggas yang memiliki rentang umur panjang sampai sekitar 70 tahun. Namun, untuk sampai pada usia 70 tahun itu, Elang harus melalui suatu fase perubahan yang tidak mudah. Pada usia sekitar 40 tahun, Elang harus menghadapi kondisi biologis pada tubuhnya. Paruhnya akan bertambah panjang dan membengkok bahkan sampai melukai bagian dadanya. Cakarnya pun juga begitu, sehingga membuat cengkramannya pun tidak sekuat dahulu. Bulu-bulu pada sayapnya bertambah lebat dan tebal, sehingga membuat elang bertambah berat. Pada kondisi tersebut, Elang dihadapkan pada dua pilihan. Pertama menunggu waktu ajal menjemputnya. Atau kedua harus melalui suatu fase perubahan selama 150 hari yang sangat berat...

Bermimpi Besar

Gambar
Setiap manusia pasti memiliki impian. Mulai dari impian yang tampak kecil, sampai impian yang tampak besar. Ukurannya pun bergantung pada preferensi masing-masing individu, serta upaya-upaya seperti apa yang perlu dilalui untuk mencapai impian kita. Secara singkat, impian adalah segala sesuatu yang kita inginkan, entah bentuknya berupa kepemilikan atau tindakan. Dan realitasnya adalah kebanyakan manusia menginginkan sesuatu, namun tak ingin berupaya lebih, lebih, dan lebih. Ya berupaya secukupnya atau sekadarnya saja. Saya berani katakan bahwa hanya mereka yang merdeka atas dirinyalah yang berani bermimpi besar dan mewujudkannya. Ketika kita tidak berani bermimpi besar, apalagi mewujudkannya, maka sesungguhnya kita belum merdeka dengan diri kita, kita masih belum selesai dengan diri kita. Pertanyaan selanjutnya adalah lalu mimpi besar seperti apa yang dimaksud. Mereka yang memiliki mimpi besar adalah mereka yang tidak hanya berpikir dan berencana tentang dirinya sendiri, namun ...

Jangan Remehkan Kata-kata

Gambar
Dewasa ini, kita tengah terjebak dalam penempatan istilah yang tidak semestinya. Ya istilah “jangan hanya bisa berwacana saja”. Secara kasat mata, pernyataan tersebut terlihat baik-baik saja dan terlihat menggambarkan realitas para generasi millennial. Generasi yang diasumsikan sebagai generasi cakap berkata-kata, namun gagap dalam bersikap dan bertindak. Bukan tanpa alasan, adanya asumsi-asumsi seperti itu, diakibatkan oleh relasinya dengan dunia maya serta kemudahan-kemudahan lainnya dalam menghasilkan ucapan namun minim tindakan. Dunia yang cakap dimiliki oleh generasi saat ini, dan tidak dimiliki oleh para generasi pendahulunya.     Realitas ini mudah kita temui, misalnya ketika kita menyepakati perihal kegiatan buka puasa bersama di grup-grup media sosial yang kita miliki, pasti ada salah satu orang yang secara sengaja menyebutan “ayo konkritkan” atau malah memberikan suatu pesimisme seperti “pasti wacana lagi” atau “halah pasti wacana saja”. Sekali lagi, tak ...

Senja di Negeri Matahari Terbit

Gambar
Akhirnya baru ada kesempatan untuk sekadar berbagi pengalaman saat Juli 2018, saya diberi kesempatan untuk mendatangi negeri matahari terbit, yap Negara Jepang. Salah satu negara yang menarik bagi para wisatawan dunia karena kebudayaan manusia dan perkembangan teknologinya. Jepang seolah-olah mengawinkan antara kebudayaan tradisionalnya dengan perkembangan teknolgi yg tetap up to date. Di awal ini, saya akan tekankan dahulu bahwa ini bukan sekadar jalan-jalan, hehe. Saya dan seorang teman saya mengikuti Konferensi Internasional tentang Pendidikan dan Teknologi Multimedia. Sekitar sebulan sebelumnya saya menerima email dari pihak panitia bahwa paper yang saya kirim berjudul “the role of Broadband Learning Center (BLC) in Elevating Career Woman Technological Capabilities (Study in Wonorejo, Surabaya)” berhasil lolos tahap review dan diminta untuk presentasi. Kami punya waktu sebulan untuk mempersiapkan segalanya, mulai dari mengurus visa, mempersiapkan bahan presentasi, latihan prese...